Minggu, 13 Januari 2013

Kiat Jitu jadi Agen Jilbab Meidiani


oleh Rumah Kerudung Meidiani pada 19 November 2011 pukul 16:46 ·

Anda seorang Agen Jilbab Meidiani pemula? Berikut ini adalah kiat yg selalu berhasil dipraktekkan untuk meghasilkan penjualan yg memuaskan.

1. Pakailah Jilbab Meidiani.

Ya betul. Pakailah produknya. Jika pergi ke arisan, atau pertemuan keluarga dimana Anda akan memperkenalkan Jilbab Meidiani, berdandanlah dgn rapi, menarik, dan pakailah Jilbab Meidiani dgn model yg paling Anda sukai. Anda akan menarik perhatian teman2 dan kerabat Anda, dan kemungkinan besar mereka akan bertanya penasaran, 'mbak, beli jilbabnya dimana?'

Inilah momen penting yg ditunggu- tunggu. Inilah 'Opening Step' dalam setiap proses penjualan Jilbab Meidiani. Ketertarikan mereka adalah peluang bisnis bagi Anda.

2. Perkenalkan Katalog 
Beritahu mereka bahwa Anda kini punya bisnis jilbab kecil2an . Perlihatkannlah Katalog Jilbab Meidiani pada mereka. Itu sebabnya, wajib hukumnya dalam tas Anda harus selalu siap sedia Katalog dan Daftar Harga Retail 10 lembar. Persiapkan katalog Anda dgn mencantumkan Nama dan No HP Anda, serta harga2 jilbab di masing2 model.

Biarkan mereka menikmati model2 dalam katalog. Layani setiap pertanyaan dgn baik. Terangkan bahannya, warna2nya, serta harganya.

3. Bawalah Sampel Jilbab Meidani
Selalu siapkan sampel beberapa pcs Jilbab Meidiani dalam tas Anda. Perlihatkan pada mereka sampel2 itu. Biarkan mereka merasakan kehalusan bahannya, dan kualitas produknya. Biarkan mereka mencoba mengenakannya. Itulah gunanya sampel bukan? Semakin banyak sentuhan mereka pada jilbab Anda, semakin dekat ikatan emosional mereka. Saya selalu membawa sampel dalam bagasi mobil untuk jaga2.

4. Saatnya Closing
Jika mereka sudah puas melihat katalog, mencoba jilbabnya, dijelaskan harganya, langsung saja Anda ajukan pertanyaan closing, 'Jadi mbak xxx, jilbab mana yg diinginkan?' atau jika sudah tahu modelnya, 'Warna apa yg dipesan?' Biarkan mereka memutuskan. Jika Anda belum memiliki stoknya, SMS ke Jilbab Meidiani saat itu juga untuk membooking. Ada baiknya jika pesanan itu disertai juga dengan tanda jadi sekadarnya, agar pelanggan tidak berubah pikiran.

Mudah2an tips di atas berguna dalam aktivitas Anda. Semoga sukses selalu!

Tips Ikut Pameran atau Bazaar

Membuka stand pameran atau bazaar sangatlah melelahkan, tetapi sangat bermanfaat untuk memperkenalkan produk dan perusahaan pada masyarakat umum secara langsung. Jadi, gunakan kesempatan ini sebaik- baiknya!

KERJA KERAS. Itulah pameran. Berdiri seharian menjaga stand, harus tampil segar setiap saat, harus selalu ramah melayani, dan sesudah pameran, masih harus juga menindaklanjuti kontak2 yang didapat di pameran.

Berikut ini beberapa tips yang berguna saat kita mengikuti pameran (dg asumsi seluruh perencanaan dilaksanakan dg baik).

1. JANGAN JAGA SENDIRIAN!

Menjaga Stand itu melelahkan dan Stand tidak boleh ditinggalkan tidak terjaga. Itu sebabnya, jagalah bergantian setidaknya berdua. Apalagi, jika lokasinya kurang aman (ramai dan banyak pengutil). Satu melayani, satu mengawasi. Jika stand sepi, satu menjaga stand, yg lain mengundang pengunjung.

Jadi, ajaklah asisten, atau saudara, atau kenalan untuk membantu Anda. Pastikan kepribadiannya hangat dan dapat melayani dengan baik. Latihlah sedikit tentang produk Anda.

2. Berpakaian Sesuai

Di pameran kita bisa kepanasan, terkena terik matahari, atau kehujanan, atau masuk angin, terutama untuk pameran outdoor. Jadi, berpakaianlah yg nyaman. Pakai seragam perusahaan jika ada budgetnya. Pastikan pakaian rapih dan make up menarik, sebab penampilan yg sembarangan akan merusak citra perusahaan.

3. Datang Lebih Awal

Dapatkan tempat parkir masih lega, memasang dan meraikan stand/ tenda lebih leluasa, pastikan kabel2 dan barang2 pribadi sudah diamankan sebelum pameran dibuka.

Masih ada waktu untuk ke Toilet, berdandan, lalu beramah tamah dgn penyelenggara dan tetangga pameran, atau jalan2 melihat stand2 peserta yg lain.

4. Periksa Checklist

Periksa daftar barang2 yg diperlukan, buku tamu, nota penjualan, kartu nama, katalog, semua hal yg dibutuhkan dalam pameran. Termasuk juga selotip, ATK, lak ban, kantong plastik, lem, gunting, dsb. Jika perlu, sediakan kotak PPPK.

5. Tata Letak Stand

Ini beberapa tips untuk pengelolaan stand yang baik:

  • JANGAN BERANTAKAN! Singkirkan gelas minuman, koran, atau makanan dari pandangan. Rapikan display dari waktu ke waktu. Rapikan barang2 yg sudah dilihat2 pengunjung.
  • Jika ada asisten, beri dia kerja untuk membagikan flyer atau leaflet, dan mengundang pengunjung untuk mampir.
  • FOKUS pada produk Anda. Jangan terlalu banyak ngobrol dgn tetangga, mengisi TTS atau membaca koran atau main komputer/ Hape.
  • Jangan terlalu BANYAK mendisplay produk — bisa menjadi bumerang. Tampilkan hanya produk2 yang dijagokan. Ganti2lah produk yang ditampilkan, yang penting jangan terlalu banyak barang. Terlalu banyak barang malah akan membingungkan pengunjung.
  • Jangan juga terlalu SEDIKIT mendisplay barang — Jangan sampai stand Anda terlihat sepi dan kurang serius berbisnis.
  • Berikan display dengan pencahayaan yg terang - tetapi jangan menyilaukan. Taruh produk yang dijagokan di lokasi2 yg mudah dilihat.
  • Siapkan sesuatu untuk dicoba, dicium, disentuh, ditonton oleh pengunjung... Sedapat mungkin jalin ikatan dengan pengunjung melalui indra rasa, penciuman, penglihatan, pendengaran.
  • Beri label yang jelas - Jangan membuat pengunjung bertanya2.
  • Tampilkan kelompok produk dg tema yang sama. Produk2 jgn dicampur aduk. Dg menampilkan dlm kelompok yg sama, pengunjung dapat membandingkan dan menghubungkan keterkaitan produk satu sama lain.
  • Siapkan sesuatu hadiah yang menarik, agar bisa dibawa pulang oleh pengunjung yg benar2 potensial. 

6. Berteman dengan Tetangga.

Tetangga adalah mitra terbaik dalam pameran. Beramah tamahlah dg mereka, dan saling tolong menolong. Siapa tahu kita perlu meminjam gunting, atau kabel, dsb. Pastikan juga mereka tahu produk Anda dan usaha Anda.

Cari tahu bisnis mereka, sehingga jika ada pengunjung yg mencari produknya, bisa langsung dibantu dan diarahkan. Saya sering kesal jika bertanya, 'mbak, yg jual aksesori dimana ya?' trus dijawab, 'wah nggak tau mbak...'


7. JANGAN TERLALU AGRESIF!

Beberapa pengunjung sudah memiliki gambaran ttg produk yg dicari. Jadi, biarkan mereka melihat2 di dalam stand. Biarkan mereka yg bertanya duluan.

Jika kelihatannya agak ragu2, barulah perkenalkan produk Anda.

BERHATI2LAH DGN PANGGILAN 'Bu', 'Mbak', 'Teteh', 'Kak'. Beberapa org tidak suka dipanggil ibu, beberapa org sebaliknya, ingin dipanggil ibu.

Paling buruk (dan paling sering dilakukan) adalah pertanyaan, 'Ada yg bisa saya bantu?' jawabannya lebih sering, 'nggak ada.' lalu pengunjung cepat2 kabur. Bumerang.

Berikut ini tips sederhana dalam bersikap:

  • Tatap mata pengunjung (jgn melotot) sambil tersenyum;
  • Sedikit basa- basi (tetapi jgn dipaksakan) yg relevan dg situasi, misalnya (jika terlihat pengunjung kegerahan), 'panas sekali ya bu cuacanya... ini dekat kipas aja supaya adem.' Tulus membantu.
  • Setelah beberapa saat, ajukan pertanyaan spesifik (yg jelas BUKAN,'Ada yg bisa saya bantu?') misalnya, 'Ibu mencari jilbab panjang?', atau, 'Sudah lihat model Sabrina Kerut kak?' Usahakan pertanyaan yg menjurus pada jenis produk yg dicari.

8. Seleksilah Pengunjung Anda

Beberapa pengunjung hanya membuang waktu saja. Mengacak2 atau bertanya2 tanpa niat membeli. Tapi jangan ambil kesimpulan terlalu dini. Jangan juga menilai seseorang dari penampilannya saja. Selalu pertahankan sikap baik dan kesopanan.

Tetapi, usahakan selalu menyeleksi pengunjung. Jika pengunjungnya tidak berjilbab, dpt ditanya, 'beli jilbab untuk hadiah bu?', atau ditanya, 'mbak sudah pakai Jilbab Meidiani?' dst.

Jika memang pengunjung tidak serius, hanya menuh2i stand, maka strateginya:

  • Untuk yg 0% prospektif: Ucapkan, 'terimakasih mbak, (kapan2 mampir lagi) ...'
  • Untuk yg 25% prospektif:'Silahkan bawa katalognya untuk dilihat2...'
  • Untuk yg 50% prospektif: 'Bisa minta kartu nama mbak atau No Hape. Nanti kita bicarakan tentang keagenan...'
  • Untuk yg 75% prospektif: 'Kita ke kafe sebelah aja mbak, supaya enak ngobrolnya...'


9. Siapkan Database

Ingat, pameran tidak hanya bertujuan untuk jualan saat itu juga. Yang lebih penting adalah mengumpulkan informasi dan kontak orang2 yg prospektif menjadi pelanggan. Sasaran utamanya justru mendapatkan repeat order, bukan penjualan sesaat.

Siapkan buku tamu, formulir isian (untuk catatan sendiri) yg berisi database calon pelanggan prospektif. Bagi tugas dg asisten Anda untuk melayani dan mencatat detailnya, sementara Anda menyambut pengunjung berikutnya.

10. Tindaklanjuti!

Setelah semua kerja keras di Pameran, kumpulkan semua data prospek, dan pilah2 prioritasnya. Tindaklanjuti dengan menghubungi mereka, atau mengirimkan sesuatu yang dijanjikan. Jangan lebih dari seminggu sesudah pameran, mumpung masih hangat.

11. Tips Tambahan

SATU. Selalu perhitungkan untung rugi mengikuti pameran. Dan catat semua pemasukan dan pengeluaran. Jangan ikut pameran hanya karena kebiasaan, atau krn tawaran manis penyelenggara, atau karena ada sisa tempat yang murah. Ikutilah pameran secara rasional.

DUA. Belajar dari orang lain. Selalu tanyakan pendapat pengunjung tentang apa yg mereka suka dan tidak suka dari stand Anda. Apa yg menarik mereka untuk masuk, tanya juga pendapat panitia penyelenggara, atau pendapat teman2. Sehingga pameran selalu akan menjadi semakin baik lagi di kemudian hari.

Demikianlah, SEMOGA SUKSES SELALU!



Bisnis Jabar: Produk Rumah Kerudung Meidiana Tembus Pasar Luar Negeri



CIMAHI (bisnis-jabar.com) – Fokus pada yang tidak digarap orang lain nampaknya menjadi mantra ampuh bagi para pebisnis sukses.

Sederhananya, dengan ikut nimbrung pada sektor usaha yang sudah banyak digarap orang lain memerlukan modal besar dan ekstra strategi agar bisa ikut bersaing.

Rumus tersebut nampaknya dipahami betul oleh Direktur ‘Rumah Kerudung Meidiana’ Dian Meidiana.
Kepada Bisnis, baru-baru ini di Kota Cimahi Dian menuturkan setiap individu wajib bermimpi menjadi seorang kaya raya. Karena dengan menjadi orang kaya bisa melakukan banyak kebaikan.

Banyak cara untuk menjadi seorang kaya raya salah satunya keluar dari belenggu sebagai seorang pegawai dengan mendirikan usaha sendiri.

Sebelum memutuskan untuk berwiraswasta dirinya bersama sang suami Yanuar Irsan melakukan analisa terhadap sejumlah usaha yang telah ada dan dirinya mengambil kesimpulan bahwa berbisnis kerudung berpeluang besar untuk mengantarkannya ke tangga kesuksesan.

Tepatnya pada Mei 2007 dengan berbekal pengalaman berwiraswasta di Kota Makassar dirinya kepincut untuk fokus pada bisnis salah satu perlengkapan busana muslimah tersebut.

“Kami berfikir bahwa kerudung bagi setiap muslim itu merupakan sebuah kebutuhan, tinggal bagaimana kami mencari terobosan salah satunya bermain dari bahannya yang membuat orang merasa nyaman menggunakannya,” kata perempuan kelahiran Cimahi, 26 Mei 1977 ini.

Kemudian dirinya memilih salah satu jenis kain yang bisa menjamin perempuan pengguna kerudung produknya tidak merasa panas dan gerah meski menggunakan penutup kepala di panas terik matahari dan dalam waktu yang lama.

Meski awalnya banyak yang menganggap bahwa produk kerudungnya berharga tinggi, namun seiring waktu karena kualitasnya hasil kreasinya bisa diterima konsumen bahkan diburu oleh sejumlah konsumen dari berbagai penjuru nusantara dan kini sudah merambah pangsa pasar Internasional.

“Produk kami selalu menjadi trend setter. Contohnya model kerudung untuk prameswari, sabrina kerut, hudis sporty dan terakhir pakistan elena diikuti oleh perusahaan kerudung lain,” ujar ibu dari dua anak ini.
Sementara dalam menjalankan usahanya, alumnus Universitas Langlangbuana tidak menonjolkan nama Rumah Kerudung Meidiana agar dikenal orang lain. Hal itu karena strategi penjualan yang digunakannya adalah menggunakan jasa agen kaum ibu atau reseller online.

Meskipun usaha rumahan, akan tetapi produknya telah menjamur di setiap distro Indonesia.Dan beberapa diantaranya sudah berkibar di sejumlah negara Asia Tenggara diantaranya Singapura.

“Kami ingin memberdayakan juga ibu-ibu yang ingin membantu pendapatan suaminya. Sekarang agen ibu-ibu yang terdaftar jumlahnya sudah mencapai 500 orang,” ucapnya.

Para agen ini diberi diskon khusus sebesar 27%. Rata-rata setiap bulannya para kaum agen ini bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta setiap bulannya.

Sedangkan omzet yang berhasil dikantongi setiap bulan sudah mencapai Rp300 juta.

Khusus setiap memasuki Ramadan seperti saat ini omzetnya meningkat 300% dari omzet rata-rata perbulan.
Ciri khas produknya adalah selalu dibuat secara terbatas yakni 200 potong setiap modelnya.Dan setiap dua bulan sekali dirinya dipastikan mengeluarkan produk terbaru agar para pelangganya tidak bosan.

“Selain model, kami memilih kain yang dingin dan mendesain busa [topping] yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah seseorang. Sehingga wajah oval, square bulat akan terlihat cocok menggunakannya,” ucapnya.
Dia sampaikan, selama bulan puasa, dirinya telah meluncurkan mukena eksklusif. Berbahan silk top dingin dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Plus model lengan smok dengan hiasan taburan payet permata swarovski dan aplikasi bunga mawar yang cantik.

“Dapat digunakan sebagai jilbab umroh sehingga praktis, nyaman dan multifungsi. Untuk produk ini kami jual Rp450.000,” imbuhnya.

Di sisi lain, sang suami Yanuar Irsan yang merupakan mantan pegawai Bank Dunia ini berharap bisa bekerja sama dengan Pemkot Cimahi agar bisa ikut dilibatkan dalam setiap pelaksanaan pameran UKM.

“Kami telah mengharumkan nama Cimahi, tapi selama ini kami belum bersentuhan langsung dengan pemkot. Kami tidak muluk-muluk mendapatkan modal, akan tetapi ingin bekerjasama simbiosis mutualisme,” paparnya.(k6/yri)