Tips Ikut Pameran atau Bazaar

Membuka stand pameran atau bazaar sangatlah melelahkan, tetapi sangat bermanfaat untuk memperkenalkan produk dan perusahaan pada masyarakat umum secara langsung. Jadi, gunakan kesempatan ini sebaik- baiknya!

KERJA KERAS. Itulah pameran. Berdiri seharian menjaga stand, harus tampil segar setiap saat, harus selalu ramah melayani, dan sesudah pameran, masih harus juga menindaklanjuti kontak2 yang didapat di pameran.

Berikut ini beberapa tips yang berguna saat kita mengikuti pameran (dg asumsi seluruh perencanaan dilaksanakan dg baik).

1. JANGAN JAGA SENDIRIAN!

Menjaga Stand itu melelahkan dan Stand tidak boleh ditinggalkan tidak terjaga. Itu sebabnya, jagalah bergantian setidaknya berdua. Apalagi, jika lokasinya kurang aman (ramai dan banyak pengutil). Satu melayani, satu mengawasi. Jika stand sepi, satu menjaga stand, yg lain mengundang pengunjung.

Jadi, ajaklah asisten, atau saudara, atau kenalan untuk membantu Anda. Pastikan kepribadiannya hangat dan dapat melayani dengan baik. Latihlah sedikit tentang produk Anda.

2. Berpakaian Sesuai

Di pameran kita bisa kepanasan, terkena terik matahari, atau kehujanan, atau masuk angin, terutama untuk pameran outdoor. Jadi, berpakaianlah yg nyaman. Pakai seragam perusahaan jika ada budgetnya. Pastikan pakaian rapih dan make up menarik, sebab penampilan yg sembarangan akan merusak citra perusahaan.

3. Datang Lebih Awal

Dapatkan tempat parkir masih lega, memasang dan meraikan stand/ tenda lebih leluasa, pastikan kabel2 dan barang2 pribadi sudah diamankan sebelum pameran dibuka.

Masih ada waktu untuk ke Toilet, berdandan, lalu beramah tamah dgn penyelenggara dan tetangga pameran, atau jalan2 melihat stand2 peserta yg lain.

4. Periksa Checklist

Periksa daftar barang2 yg diperlukan, buku tamu, nota penjualan, kartu nama, katalog, semua hal yg dibutuhkan dalam pameran. Termasuk juga selotip, ATK, lak ban, kantong plastik, lem, gunting, dsb. Jika perlu, sediakan kotak PPPK.

5. Tata Letak Stand

Ini beberapa tips untuk pengelolaan stand yang baik:

  • JANGAN BERANTAKAN! Singkirkan gelas minuman, koran, atau makanan dari pandangan. Rapikan display dari waktu ke waktu. Rapikan barang2 yg sudah dilihat2 pengunjung.
  • Jika ada asisten, beri dia kerja untuk membagikan flyer atau leaflet, dan mengundang pengunjung untuk mampir.
  • FOKUS pada produk Anda. Jangan terlalu banyak ngobrol dgn tetangga, mengisi TTS atau membaca koran atau main komputer/ Hape.
  • Jangan terlalu BANYAK mendisplay produk — bisa menjadi bumerang. Tampilkan hanya produk2 yang dijagokan. Ganti2lah produk yang ditampilkan, yang penting jangan terlalu banyak barang. Terlalu banyak barang malah akan membingungkan pengunjung.
  • Jangan juga terlalu SEDIKIT mendisplay barang — Jangan sampai stand Anda terlihat sepi dan kurang serius berbisnis.
  • Berikan display dengan pencahayaan yg terang - tetapi jangan menyilaukan. Taruh produk yang dijagokan di lokasi2 yg mudah dilihat.
  • Siapkan sesuatu untuk dicoba, dicium, disentuh, ditonton oleh pengunjung... Sedapat mungkin jalin ikatan dengan pengunjung melalui indra rasa, penciuman, penglihatan, pendengaran.
  • Beri label yang jelas - Jangan membuat pengunjung bertanya2.
  • Tampilkan kelompok produk dg tema yang sama. Produk2 jgn dicampur aduk. Dg menampilkan dlm kelompok yg sama, pengunjung dapat membandingkan dan menghubungkan keterkaitan produk satu sama lain.
  • Siapkan sesuatu hadiah yang menarik, agar bisa dibawa pulang oleh pengunjung yg benar2 potensial. 

6. Berteman dengan Tetangga.

Tetangga adalah mitra terbaik dalam pameran. Beramah tamahlah dg mereka, dan saling tolong menolong. Siapa tahu kita perlu meminjam gunting, atau kabel, dsb. Pastikan juga mereka tahu produk Anda dan usaha Anda.

Cari tahu bisnis mereka, sehingga jika ada pengunjung yg mencari produknya, bisa langsung dibantu dan diarahkan. Saya sering kesal jika bertanya, 'mbak, yg jual aksesori dimana ya?' trus dijawab, 'wah nggak tau mbak...'


7. JANGAN TERLALU AGRESIF!

Beberapa pengunjung sudah memiliki gambaran ttg produk yg dicari. Jadi, biarkan mereka melihat2 di dalam stand. Biarkan mereka yg bertanya duluan.

Jika kelihatannya agak ragu2, barulah perkenalkan produk Anda.

BERHATI2LAH DGN PANGGILAN 'Bu', 'Mbak', 'Teteh', 'Kak'. Beberapa org tidak suka dipanggil ibu, beberapa org sebaliknya, ingin dipanggil ibu.

Paling buruk (dan paling sering dilakukan) adalah pertanyaan, 'Ada yg bisa saya bantu?' jawabannya lebih sering, 'nggak ada.' lalu pengunjung cepat2 kabur. Bumerang.

Berikut ini tips sederhana dalam bersikap:

  • Tatap mata pengunjung (jgn melotot) sambil tersenyum;
  • Sedikit basa- basi (tetapi jgn dipaksakan) yg relevan dg situasi, misalnya (jika terlihat pengunjung kegerahan), 'panas sekali ya bu cuacanya... ini dekat kipas aja supaya adem.' Tulus membantu.
  • Setelah beberapa saat, ajukan pertanyaan spesifik (yg jelas BUKAN,'Ada yg bisa saya bantu?') misalnya, 'Ibu mencari jilbab panjang?', atau, 'Sudah lihat model Sabrina Kerut kak?' Usahakan pertanyaan yg menjurus pada jenis produk yg dicari.

8. Seleksilah Pengunjung Anda

Beberapa pengunjung hanya membuang waktu saja. Mengacak2 atau bertanya2 tanpa niat membeli. Tapi jangan ambil kesimpulan terlalu dini. Jangan juga menilai seseorang dari penampilannya saja. Selalu pertahankan sikap baik dan kesopanan.

Tetapi, usahakan selalu menyeleksi pengunjung. Jika pengunjungnya tidak berjilbab, dpt ditanya, 'beli jilbab untuk hadiah bu?', atau ditanya, 'mbak sudah pakai Jilbab Meidiani?' dst.

Jika memang pengunjung tidak serius, hanya menuh2i stand, maka strateginya:

  • Untuk yg 0% prospektif: Ucapkan, 'terimakasih mbak, (kapan2 mampir lagi) ...'
  • Untuk yg 25% prospektif:'Silahkan bawa katalognya untuk dilihat2...'
  • Untuk yg 50% prospektif: 'Bisa minta kartu nama mbak atau No Hape. Nanti kita bicarakan tentang keagenan...'
  • Untuk yg 75% prospektif: 'Kita ke kafe sebelah aja mbak, supaya enak ngobrolnya...'


9. Siapkan Database

Ingat, pameran tidak hanya bertujuan untuk jualan saat itu juga. Yang lebih penting adalah mengumpulkan informasi dan kontak orang2 yg prospektif menjadi pelanggan. Sasaran utamanya justru mendapatkan repeat order, bukan penjualan sesaat.

Siapkan buku tamu, formulir isian (untuk catatan sendiri) yg berisi database calon pelanggan prospektif. Bagi tugas dg asisten Anda untuk melayani dan mencatat detailnya, sementara Anda menyambut pengunjung berikutnya.

10. Tindaklanjuti!

Setelah semua kerja keras di Pameran, kumpulkan semua data prospek, dan pilah2 prioritasnya. Tindaklanjuti dengan menghubungi mereka, atau mengirimkan sesuatu yang dijanjikan. Jangan lebih dari seminggu sesudah pameran, mumpung masih hangat.

11. Tips Tambahan

SATU. Selalu perhitungkan untung rugi mengikuti pameran. Dan catat semua pemasukan dan pengeluaran. Jangan ikut pameran hanya karena kebiasaan, atau krn tawaran manis penyelenggara, atau karena ada sisa tempat yang murah. Ikutilah pameran secara rasional.

DUA. Belajar dari orang lain. Selalu tanyakan pendapat pengunjung tentang apa yg mereka suka dan tidak suka dari stand Anda. Apa yg menarik mereka untuk masuk, tanya juga pendapat panitia penyelenggara, atau pendapat teman2. Sehingga pameran selalu akan menjadi semakin baik lagi di kemudian hari.

Demikianlah, SEMOGA SUKSES SELALU!



Postingan Populer