Minggu, 13 Januari 2013

Bisnis Jabar: Produk Rumah Kerudung Meidiana Tembus Pasar Luar Negeri



CIMAHI (bisnis-jabar.com) – Fokus pada yang tidak digarap orang lain nampaknya menjadi mantra ampuh bagi para pebisnis sukses.

Sederhananya, dengan ikut nimbrung pada sektor usaha yang sudah banyak digarap orang lain memerlukan modal besar dan ekstra strategi agar bisa ikut bersaing.

Rumus tersebut nampaknya dipahami betul oleh Direktur ‘Rumah Kerudung Meidiana’ Dian Meidiana.
Kepada Bisnis, baru-baru ini di Kota Cimahi Dian menuturkan setiap individu wajib bermimpi menjadi seorang kaya raya. Karena dengan menjadi orang kaya bisa melakukan banyak kebaikan.

Banyak cara untuk menjadi seorang kaya raya salah satunya keluar dari belenggu sebagai seorang pegawai dengan mendirikan usaha sendiri.

Sebelum memutuskan untuk berwiraswasta dirinya bersama sang suami Yanuar Irsan melakukan analisa terhadap sejumlah usaha yang telah ada dan dirinya mengambil kesimpulan bahwa berbisnis kerudung berpeluang besar untuk mengantarkannya ke tangga kesuksesan.

Tepatnya pada Mei 2007 dengan berbekal pengalaman berwiraswasta di Kota Makassar dirinya kepincut untuk fokus pada bisnis salah satu perlengkapan busana muslimah tersebut.

“Kami berfikir bahwa kerudung bagi setiap muslim itu merupakan sebuah kebutuhan, tinggal bagaimana kami mencari terobosan salah satunya bermain dari bahannya yang membuat orang merasa nyaman menggunakannya,” kata perempuan kelahiran Cimahi, 26 Mei 1977 ini.

Kemudian dirinya memilih salah satu jenis kain yang bisa menjamin perempuan pengguna kerudung produknya tidak merasa panas dan gerah meski menggunakan penutup kepala di panas terik matahari dan dalam waktu yang lama.

Meski awalnya banyak yang menganggap bahwa produk kerudungnya berharga tinggi, namun seiring waktu karena kualitasnya hasil kreasinya bisa diterima konsumen bahkan diburu oleh sejumlah konsumen dari berbagai penjuru nusantara dan kini sudah merambah pangsa pasar Internasional.

“Produk kami selalu menjadi trend setter. Contohnya model kerudung untuk prameswari, sabrina kerut, hudis sporty dan terakhir pakistan elena diikuti oleh perusahaan kerudung lain,” ujar ibu dari dua anak ini.
Sementara dalam menjalankan usahanya, alumnus Universitas Langlangbuana tidak menonjolkan nama Rumah Kerudung Meidiana agar dikenal orang lain. Hal itu karena strategi penjualan yang digunakannya adalah menggunakan jasa agen kaum ibu atau reseller online.

Meskipun usaha rumahan, akan tetapi produknya telah menjamur di setiap distro Indonesia.Dan beberapa diantaranya sudah berkibar di sejumlah negara Asia Tenggara diantaranya Singapura.

“Kami ingin memberdayakan juga ibu-ibu yang ingin membantu pendapatan suaminya. Sekarang agen ibu-ibu yang terdaftar jumlahnya sudah mencapai 500 orang,” ucapnya.

Para agen ini diberi diskon khusus sebesar 27%. Rata-rata setiap bulannya para kaum agen ini bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta setiap bulannya.

Sedangkan omzet yang berhasil dikantongi setiap bulan sudah mencapai Rp300 juta.

Khusus setiap memasuki Ramadan seperti saat ini omzetnya meningkat 300% dari omzet rata-rata perbulan.
Ciri khas produknya adalah selalu dibuat secara terbatas yakni 200 potong setiap modelnya.Dan setiap dua bulan sekali dirinya dipastikan mengeluarkan produk terbaru agar para pelangganya tidak bosan.

“Selain model, kami memilih kain yang dingin dan mendesain busa [topping] yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah seseorang. Sehingga wajah oval, square bulat akan terlihat cocok menggunakannya,” ucapnya.
Dia sampaikan, selama bulan puasa, dirinya telah meluncurkan mukena eksklusif. Berbahan silk top dingin dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Plus model lengan smok dengan hiasan taburan payet permata swarovski dan aplikasi bunga mawar yang cantik.

“Dapat digunakan sebagai jilbab umroh sehingga praktis, nyaman dan multifungsi. Untuk produk ini kami jual Rp450.000,” imbuhnya.

Di sisi lain, sang suami Yanuar Irsan yang merupakan mantan pegawai Bank Dunia ini berharap bisa bekerja sama dengan Pemkot Cimahi agar bisa ikut dilibatkan dalam setiap pelaksanaan pameran UKM.

“Kami telah mengharumkan nama Cimahi, tapi selama ini kami belum bersentuhan langsung dengan pemkot. Kami tidak muluk-muluk mendapatkan modal, akan tetapi ingin bekerjasama simbiosis mutualisme,” paparnya.(k6/yri)

Populer Minggu Ini